Latihan Menyisipkan Gambar

Ikutilah bloger terkenal Bapak Bambang Purwanto dengan panggilan akrabnya Mr Bams. di pena Mr Bams pada tautan berikut ini.

https://penamrbams.id/kelas-blog-lanjutan-kbl-angkatan-1/

img-20200524-wa0071Hari Raya Idul Fitri Tahun2020

Lebaran tahun 2020 sangat berbeda dengan lebaran sebelumnya, ikuti cerita saya bersama keluarga menyambut lebaran masa pandemi di tautan ini Lebaran 2020

Diklat Menulis Artikel

Menulis artikel bagi guru bermanfaat selain bisa mempublikasikan sekolah ataupun kegiatan kita yang lain, menulis artikel jika diterbitkan oleh pers memiliki poin untuk kenaikan angka kredit guru. Info lebih lanjut simak di tautan ini.

https://youtu.be/8l1RRC5me5I

Meraih Asa

Oleh : Gagat Wahyuni

Saat Corona melanda

Menggiris rasa dalam dada

Senyap serasa walaupun matahari ada

Perlahan teteskan air mata

Duka…….

Bergelimangan tubuh tak bernyawa

Membuat rasa menyesakkan dada

Adakah harapan yang tersisa

Untuk kembali bersuka cita

Kembalikan asa yang sirna

Dalam langkah menuju cita

Tetap teguh walaupun cobaan melanda

Meraih harapan yang tersisia Dagan,

Mei 2020

Desa Dagan

DESA DAGAN

Desa Dagan Desa dipegunungan

Letaknya persis dibawah perbukitan

Dibatasi sungai klawing memanjang

Luas terbentang sawah dan ladang.

Dikelilingi bukit menjulang.

Gemercik air tiada kurang.

Penduduknya damai dan aman.

Disanalah aku dilahirkan

Di Desa Dagan penuh kenangan

Yang tak pernah aku lupakan

KENDALA BELAJAR ONLINE

Oleh: Gagat Wahyuni, S.Pd. AUD

Suasana mencekam seolah-olah Wuhan menjadi kota mati, semua toko, pasar, sekolah, dan kegiatan lainnya berhenti total, perekonomian lumpuh, banyak terjadi kematian.

Wuhan salah satu kota di China pada bulan Desember 2019. Itulah vidio yang kulihat kiriman dari teman kondisi di Wuhan.

Keadaan ini merambah keseluruh Dunia pada bulan Maret 2020. Kekuatan yang luar biasa sudah menghentikan sendi-sendi perekonomian dan kehidupan dunia, tidak beda di Indonesia wabah inipun sampai ke tanah air tercinta dari kota besar hinga masuk ke pelosok desa-desa.

Kekuatan besar adikuasa dan kesombongan manusia tumbang hanya oleh virus kecil tak kasat mata yang membuat manusia merasa takut dan mengingatkan kembali akan kekuasaan sang Pencipta, yaitu virus Corona (COVID-19).

Kondisi ini seperti disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Al-quran surat

Al-Baqoroh ayat 155-157 yang artinya “155.Dan kami pasti akan menguji kamu dalam sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,

156.(yaitu) orang-‘orang yang bila ditimpa musibah, mereka berkata ‘inna lillahi wa inna ilaihi rojiun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

157.Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah yang mendapat petunjuk.

Pada awal tersebarnya Covid-19 di Wuhan China kami masih melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah seperti biasa.

Masuk kelas, mengaji, hafalan, sholat duha, bermain dan belajar, ngobrol dan juga memberikan tugas sesuai dengan SOP, tujuan pemberian tugas, bagaimana dikerjakan dan kapan dikumpulkan.

Sampai akhirnya terdengar berita bahwa Covid-19 sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia pada bulan Maret 2020. Untuk mengurangi dan menekan penyebaran Covid-19 pemerintah melangkah mengambil kebijakan untuk semua kegiatan dilakukan dari rumah.

Kebijakan pemerintah yang ditindak lanjuti kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Jawa Tengah no 443.2/03928 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah bahwa mulai hari senin tanggal 17 maret 2020 anak-anak akan memulai belajar dari rumah secara online di rumah. Work From Home (WFH) bagi guru dan Learning From Home (LFH) bagi peserta didik.

Kami para guru di sekolah kami mulai sibuk merancang proses pembelajaran secara online. Belajar online memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke anak didik dengan menggunakan media internet atau media jaringan komputer lainnya.

Pembelajaran online menurut penulis, pembelajaran yang memudahkan guru dan anak didik dalam belajar di rumah bersama guru lewat online.
Pembelajaran yang kami rancang bersama guru dan kepala sekolah adalah pembelajaran melalui whatsapp grup kelas.

Kami memberikan tugas yang berupa lembar kerja anak didik yang dibawa pulang, kegiatan mengingat kembali asmaulhusna, surat-surat pendek, iqro, doa-doa pendek, untuk kegiatan satu pekan dan dipantau lewat whatapp. Pemantauan dilakukan dengan cara mengirim vidio hasil belajar hafalan, menyampaikan tentang apa itu Corona atau Covid-19, foto hasil kegiatan dirumah, kegiatan ini dikirim ke handphone guru secara rutin.

Kondisi ini membuat kami para guru di sekolah harus merubah rutinitas mengajar yang sebelumnya menyiapkan bahan ajar berbasis bermain sambil belajar dilakukan disekolah kini harus belajar dirumah didampingi orang tua atau orang dewasa lainnya karena anak usia Taman Kanak-kanak belum bisa belajar tanpa pendampingan.

Hal yang terjadi setelah berjalan pembelajaran dilakukan di rumah. Orang tua mulai mengeluh dalam mendampingi anak belajar di rumah, kata mereka boros pulsa, ada yang mengatakan bu guru anak saya tidak mau diajari saya, mama ga seperti bu guru, aku mau belajar disekolah saja bersama bu guru, kapan aku ke sekolah mah, aku sudah bosan dirumah, aku sudah kangen bu guru dan teman-teman.

Kendala yang kami hadapi dalam pemantauan menggunakan media whatsapp adalah tidak semua wali anak didik menggunakan handphone android untuk mengakses whatsapp dan akhirnya hanya beberapa orang tua yang mengirim hasil kegiatan anak dirumah lewat whatsapp.
Untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan anak saya meminta kepada orangtua wali anak didik untuk mengumpulkan hasil kegiatan anak pada akhir pekan.

Laporan melalui whatsapppun berhenti, dan untuk setiap akhir pekan wali murid tidak bersama anak menyetorkan hasil belajar anak ke sekolah.

Memberi layanan juga tetap dilakukan apalagi saat itu adalah saat-saat pendaftaran anak didik baru sekitar bulan April 2020. Alhamdulillah saat ke sekolah satu persatu ada yang mendaftar di sekolah kami, walaupun pendaftaran sudah difasilitasi dengan pendaftaran online tetapi mungkin mereka lebih enak datang ke sekaolah dan bertemu dengan guru.

Saya sebagai bendahara SKPD disaat pandemi seperti ini masih sering datang ke sekolah. Kami selaku tim perancang RKAS (rencana kerja anggaran sekolah) yang terdiri dari pengguna anggaran, petugas pemeriksa keuangan, bendahara simda dan operator, ke sekolah membuat pengajuan perubahan anggaran RKAS (rencana kerja anggaran sekolah) yang mengalami perubahan. sesuai dengan kondisi Covid-19. Pengajuan perubahan tidak hanya sekali bisa dua atau tiga kali.

Dalam kondisi banyak terpapar corona kami juga sempat was-was, lebih mirisnya lagi di sekitar sekolah ada pasien dalam pengawasan. Alhamdulillah setelah tiga kali dikoreksi akhirnya anggaran yang kami susunpun disetujui, sampai saat ini tinggal menunggu daftar penerimaan anggaran.

Selain memantau kegiatan belajar anak kami juga berusaha meningkatkan kemampuan melalui belajar online. Masa depan hanya akan ada ketika semua yang belajar mau meng-upgrade atau meningkatkan kualitas pembelajaran dan belajar seiring dengan perubahan waktu dan perubahan zaman.

“Patut disadari bahwa kondisi saat ini “memaksa” guru untuk melek teknologi. Tentunya teknologi yang lebih dari sekedar aplikasi Microsoft office. Dalam hal aiti tidak semua guru dapat mengoprasikannya apa lagi belajar online. Begitu juga saya baru menguasai sedikit tentang aiti.

Dengan adanya anjuran belajar, bekerja dan mengajar dari rumah tentunya bermanfaat bagi kami untuk belajar aiti, menulis dan meningkatkan kemampuan kami.

Saya bergabung digrup menulis online Trilogi Penanda Sejarah yang dibuat oleh Cak Lukman Hakim pada 1 Mei 2020. Kalau boleh jujur belajar online rasanya jauh lebih melelahkan.

Alhamdulillah akhirnya aku berhasil menyelesaikan antologi puisi, antologi lockdown dan antologi daring.

Dagan 16 Mei 2020
*) Gagat Wahyuni, S.Pd, AUD, adalah guru TK Negeri Pembina Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Dilema Saat PandemiOleh: Gagat Wahyuni, S.Pd.AUD

Coronavirus Desiase (2019) atau covid-19 beberapa bulan menjadi perhatian dunia. Penyebaran Covid-19 di mulai dari Wuhan, Tiongkok. pada bulan Desember 2019.

Pada bulan maret 2020 meningkat penyebarannya ke seluruh dunia hingga meningkat setatusnya menjadi pandemi.

Pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.

Covid-19 adalah penyakit menular dengan tanda-tanda umum infeksi termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak nafas dan kesulitan bernafas.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Dalam upaya menekan penyebaran infeksi Covid-19 hal yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan secara teratur, menutup mulut dan hidung ketika bersin, memasak daging dan telur dengan seksama .

Gunakan masker ketika keluar rumah. Hindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala batuk dan bersin dan juga mengurangi interaksi dengan orang lain.

Pemerintah melaksanakan penyemprotan lingkungan dengan disenfeksi dalam menekan penyebaran Covid-19 akibat droplet dan juga pembatasan interaksi secara langsung.

Dalam hal ini pemerintah memberlakukan Stay At Home (semua aktivitas dari rumah, belajar dan bekerja dari rumah, pembelajaran dirumah) mulai tanggal 17 Maret 2020. Pembelajaran di sekolah berubah menjadi belajar di rumah (work from home).

Pada awal masa belajar di rumah dimulai, guru masih berangkat ke sekolah untuk mempersiapkan masa belajar anak-anak di rumah karena waktu itu pengumuman mendadak dan selama satu minggu kami masih melaksanakan piket bergantian, kemudian minggu berikutnya sudah mulai melaksanakan kegiatan di rumah.

Hari pertama benar-benar berbeda tidak seperti biasanya, saya manfaatkan waktu untuk olahraga pagi, berjemur, membersihkan rumah, menganti waran cat rumah, mengganti posisi kasur, lemari, dan kursi untuk menyegarkan suasana dan ini saya lakukan hampir selama satu minggu.

Selesai sudah penataan rumahku, sungguh kelihatan berbeda dengan suasana baru.
Disela-sela Stay At Home saya juga beberapa kali harus ke sekolah karena menyelesaikan tugas.

Tugas ini berbeda dengan yang lain karena saya selain menjadi guru kelas juga merangkap sebagai bendahara pengeluaran di SKPD kami jadi saya lumayan sibuk, kegiatan ini menguras tenaga dan pikiran pada saat melaksanakan pengajuan anggaran, pencairan dan pelaporan.

Akibat dari Corona anggaran juga mengalami perubahan, kami juga harus menyesuaikan anggaran yang dialokasikan kepada sekolah kami.

Alhamdulillah berkat kerja sama tim kami akhirnya selesailah Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).
Berita yang saya ketahui di kota kecil kami Purbalingga terpapar Covid-19 yang tadinya hanya 4 orang positif Covid sembuh 3 tetapi bertambah lagi karena ada jamah yang pulang dari Goa dan para pemudik dari kota yang terinfeksi Covid-19, ditambah lagi para karyawan perusahaan yang bertugas keluar kota seperti : supir travel, gojeg onlen, ini penduduk asli daerah yang memasuki zona merah dan pulang ke rumah ternyata ada yang terpapar tragisnya mereka ada yang tinggal didaerah sekitar sekolah kami, jadi kami merasa was-was juga saat memasuki daerah sekolah. Hal ini membuat Stay At Home diperpanjang.

Hari-hari Stay At Home berikutnya kegiatan saya isi dengan menata sekitar rumah yang selama ini jarang terjamah. Menanam dan merawat tanaman adalah hoby saya sehingga ada beberapa tanaman hias yang saya miliki. Selain itu saya bersama anak saya pergi ke kebun dan kesawah.

Tak terasa kegiatan inipun seleasi . Disela kegiatan saya dirumah juga sekali waktu kesekolah untuk menyelesaikan tugas.

Dengan menggunakan pakaian rapat dan masker sayapun keluar dari rumah menuju sekolah tak lupa handsanitaiser selalu menemani saya.
Yang saya harapkan kondisi akan membaik dan bencana Corona akan segera berlalu kamipun dapat beraktifitas seperti dulu lagi, tidak ada rasa khawatir dan was-was, tetapi Allah belum izinkan, malah bertambah lagi yang terpapar.

Hal ini membuat Stay At Home diperpanjang.
Pada bulan Januari saya mengikut bimtek penulisan PTK/PTS dan artikel yang diadakan oleh FIG (Forum Ilmiah Guru) Kabupaten Purbalinga adapun waktu bimtek dilaksanakan bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2020. Dengan diperpanjang Stay At Home bimtek lanjutan yang seharusnya dilaksanakan pada bulan April akhirnya dilaksanakan lewat online, dengan demikian saya mengisi waktu dengan memyelesaikan pelaporan tugas PTK. Selain itu saya juga belajar menulis bersama Cak Lukman di watsap group Trilogi Penanda Sejarah. Berawal dari teman yang sher digrup PNS TK Kabupaten Purbaling tentang cover buku penulisan Trilogi Antalogi Rebahan. Karena rasa penasaran dan ingin belajar menulis serta menambah wawasan dan pengetahuan maka saya bergabung di grup Trilogi Penanda Sejarah.

Belajar menulis bukan hal yang mudah bagi saya karena setelah mengerjakan administrasi keuangan kadang terasa capai dan untuk berkelana mencari kata-kata tepat, bagus dan indah sepertinya otak membutuhkan penyesuaian dulu dalam mengembangakan ide dan kata-kata, tetapi dengan berusaha keras dan semangat untuk berkarya, juga masukan dari teman akhirnya tulisan demi tulisan tertuang dalam goresan pena.
Selain belajar menulis, saya juga senang dengan kegiatan memasak. Masak dilakukan bersama anak laki-laki saya. Terkadang saya minta tolong anak saya yang mengupas bawang merah, bawang putih, memotong ataupun menggoreng. Kami lakukan masak bersama ternyata cepat selesai dan tidak begitu capai. Selain masak bersama kami juga mengaji bersama, sholat bersama.

Hati anak saya terketuk ketika berkunjung ke rumah salah seorang teman disana didapatinya sebuah keluarga yang kekurangan karena pendapatan keluarga tidak mencukupi akibat dampak pandemi Covid-19. Pada saat pandemi seperti ini banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan berkurang penghasilanya.

Dia mengusulkan kepada saya untuk berbagi sedikit bingkisan dengan orang yang membutuhkan, sayapun setuju untuk berbagi. Kamipun mulai mempersiapkan semuanya. Akhirnya kegiatan sosialpun kami laksanakan dalam rangka kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar dengan membagikan sedikit bingkisan untuk dibagikan kepada tetangga terdekat yang membutuhkan.

Begitu juga dengan kondisi yang dialami suami saya yang saat ini tidak dapat berkumpul bersama kami disebabkan pandemi. Suami saya bekerja di perusahaan swasta yang masih mempekerjakan karyawannya dengan jadwal tidak seperti biasa. Kadang masuk kadang libur.

Kondisi ini juga akhirnya mempemgaruhi penghasilan yang biasa diterima setiap bulannya. Ada terbersit rasa khawatir mendengar Jakarta banyak yang terpapar.

Hanya doa yang dapat kami panjatkan semoga Allah selalu lindungi kami semua Aamiin Ya Robbalalamiin.

Ya Allah berilah rahmat dan ampunani dosa-dosa kami penduduk muka bumi yang sudah melampaui batas.

Dagan 16 Mei 2020
Gagat Wahyuni, S.Pd.AUD adalah guru TK Negeri Pembina Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga

Profilku

Gagat Wahyuni, Lahir di Purbalingga, pada 03 Februari 1970, pada saat ini Tahun 2020, bekerja sebagai Guru    Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Bobotsari, Kabupaten Purbalingga,

Menepuh pendidikan di SD Negeri Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalinga. SMP Negeri 1 Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, SMA Muhammadiyah II Purbalingga, D-2 PGTK IKIP PGRI Semarang, S-1 Universitas Terbuka FIP AUD tahun 2010

Prestasi yang diraih, Juara I lomba guru prestasi tingkat Kabupaten pada Tahun 2002, Juara II lomba kreatifitas guru IGTKI tingkat Kabupaten  Tahun 2002, Juara III lomba kolase IGTKI tingkat Kabupaten Tahun 2010 ,  Juara III senam fantasi berdasarkan cerita tingkat Kabupaten Tahun 2011, Juara III LCC Hardiknas Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2014. Juara III LCC Hardiknas Kabupaten Purbalingga Tahun 2015.

Buku Puisi Anak Indonesia adalah Karya pertamanya di Tahun 2020. Motifasi dari penulisan kumpulan puisi ini adalah untuk menambah referensi buku perpustakaan sekolah ciptaan guru, juga sebagai bahan mengajar.

Anak ke 4 dari 6 bersaudara, memulai karirnya di TK Swasta di Bekasi pada Tahun 1996, Pada Tahun 1997 pernah mengajar di TK Islam di Bekasi, Pada Tahun 1999 mengajar di TK Pertiwi Dagan, Tahun 2003 diangkat sebagai guru Bantu di TK Pertiwi Limbasari, Tahun 2006 dipindah tugaskan di TK Negeri Pembina Bobotsari, hingga saat ini masih aktif mengajar di TK Negeri Pembina Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

  • Bersilaturahhim berbagi dan memberikan manfaat buat sesama lewat blog ini,
  • Saya senang menulis tentang hal yang berhubungan pendidikan, tanaman, kesehatan.
  • Berbagi dengan saudara teman seperjuangan, seiman, sejalan.
  • Semoga dengan berbagi ilmu dapat membantu orang lain.